Cara Merawat Ayam Petelur Fase Produksi

Cara Merawat Ayam Petelur Fase Produksi

Ayam petelur fase produksi merupakan ayam yang sudah mulai menghasilkan telur secara aktif. Fase ini biasanya dimulai pada umur sekitar 18–20 minggu dan dapat berlangsung hingga ayam berumur lebih dari 70 minggu, tergantung manajemen pemeliharaan. Keberhasilan beternak ayam petelur sangat ditentukan pada fase produksi, karena pada tahap inilah hasil utama berupa telur diperoleh. Oleh sebab itu, perawatan yang tepat, konsisten, dan terencana sangat diperlukan agar produksi telur tetap tinggi, stabil, dan berkualitas.

1. Manajemen Kandang yang Baik

Kandang memiliki peran penting dalam menunjang produktivitas ayam petelur. Pada fase produksi, kandang harus bersih, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Kelembapan yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur, sedangkan kandang yang terlalu panas dapat menyebabkan ayam stres dan menurunkan produksi telur.

Kepadatan kandang juga perlu diperhatikan. Ayam yang terlalu padat akan mudah stres, saling mematuk, dan berisiko terserang penyakit. Idealnya, setiap ayam memiliki ruang gerak yang cukup agar tetap nyaman dan aktif. Selain itu, pencahayaan kandang perlu diatur sekitar 14–16 jam per hari untuk merangsang produksi telur secara optimal.

2. Pemberian Pakan yang Tepat dan Seimbang

Pakan merupakan faktor utama yang memengaruhi jumlah dan kualitas telur. Ayam petelur fase produksi membutuhkan pakan dengan kandungan nutrisi seimbang, terutama protein, energi, kalsium, fosfor, vitamin, dan mineral. Protein berfungsi untuk pembentukan telur, sedangkan kalsium sangat penting untuk pembentukan cangkang telur agar tidak mudah pecah.

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara teratur, biasanya dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Pastikan pakan selalu dalam kondisi segar, tidak berjamur, dan disimpan di tempat kering. Perubahan jenis pakan secara mendadak harus dihindari karena dapat menyebabkan stres dan menurunkan produksi telur.

3. Penyediaan Air Minum Bersih

Air minum sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap produktivitas ayam petelur. Ayam yang kekurangan air akan langsung mengalami penurunan produksi telur. Oleh karena itu, air minum harus selalu tersedia, bersih, dan bebas dari kontaminasi.

Tempat minum perlu dibersihkan setiap hari agar tidak menjadi sumber penyakit. Pada cuaca panas, kebutuhan air ayam meningkat, sehingga peternak harus lebih sering memeriksa ketersediaan air di kandang.

4. Pengelolaan Kesehatan Ayam

Menjaga kesehatan ayam petelur pada fase produksi adalah hal yang wajib dilakukan. Ayam yang sehat akan menghasilkan telur secara optimal, sedangkan ayam sakit dapat menjadi sumber penularan penyakit. Lakukan vaksinasi sesuai jadwal dan berikan vitamin atau suplemen tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam.

Pengamatan rutin sangat penting untuk mendeteksi gejala penyakit sejak dini, seperti ayam terlihat lesu, nafsu makan menurun, bulu kusam, atau produksi telur menurun drastis. Jika ditemukan ayam yang sakit, segera pisahkan dari ayam sehat dan lakukan penanganan yang tepat.

5. Pengendalian Stres pada Ayam

Stres merupakan salah satu penyebab utama turunnya produksi telur. Stres dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti suara bising, perubahan cuaca ekstrem, kepadatan kandang, atau perlakuan kasar saat penanganan ayam. Oleh karena itu, lingkungan kandang harus dibuat senyaman mungkin.

Hindari aktivitas yang dapat mengganggu ayam, terutama pada malam hari. Penanganan ayam juga harus dilakukan dengan lembut agar ayam tidak panik atau ketakutan. Ayam yang tenang cenderung lebih produktif dalam bertelur.

6. Pengambilan Telur Secara Rutin

Telur sebaiknya diambil secara rutin, minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Pengambilan telur yang terlambat dapat meningkatkan risiko telur pecah atau dimakan ayam. Selain itu, sarang telur harus selalu bersih dan nyaman agar ayam tidak enggan bertelur di tempat yang telah disediakan.

Telur yang sudah diambil perlu disortir dan disimpan di tempat yang bersih serta sejuk agar kualitasnya tetap terjaga sebelum dipasarkan atau dikonsumsi.

7. Pencatatan Produksi dan Evaluasi

Pencatatan produksi telur sangat membantu peternak dalam mengevaluasi kinerja ayam petelur. Dengan mencatat jumlah telur harian, konsumsi pakan, dan kondisi kesehatan ayam, peternak dapat mengetahui apabila terjadi penurunan produksi dan segera mencari penyebabnya.

Evaluasi secara rutin memungkinkan peternak melakukan perbaikan manajemen, baik dari segi pakan, kandang, maupun kesehatan ayam, sehingga produktivitas tetap terjaga.

Cara merawat ayam petelur fase produksi memerlukan perhatian khusus dan manajemen yang baik. Faktor utama yang harus diperhatikan meliputi kebersihan dan kenyamanan kandang, pemberian pakan bernutrisi seimbang, ketersediaan air minum bersih, pengelolaan kesehatan ayam, serta pengendalian stres. Selain itu, pengambilan telur secara rutin dan pencatatan produksi juga sangat penting untuk menjaga kestabilan hasil.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *